[angkasa_login_switcher]
Beranda Kaos Cara Menghitung Harga Jual Kaos Sablon (Manual & DTF) Agar Cuan.

Cara Menghitung Harga Jual Kaos Sablon (Manual & DTF) Agar Cuan.

Pendahuluan: Misteri di Balik Label Harga Kaos Sablon

Halo Sobat Angkasa! Pernah garuk-garuk kepala saat melihat pricelist sablon? Kenapa harga di satu tempat bisa beda jauh dengan tempat lain untuk desain yang kelihatannya mirip? Yup, menentukan harga bisa jadi hal yang paling bikin pusing, baik bagi pelanggan maupun kami sebagai penyedia jasa.

Tujuan kami menulis artikel ini adalah untuk membongkar semua komponen yang membentuk harga akhir sebuah kaos sablon, baik itu teknik manual maupun DTF. Di Angkasa Sablon Studio, kami percaya pada transparansi. Dengan memahami cara hitungnya, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan mendapatkan harga yang fair sesuai kualitas.

4 Komponen Utama yang Membentuk Harga Sablon

Pada dasarnya, ada empat elemen utama yang menjadi fondasi harga sablon kaos. Mari kita bedah satu per satu.

1. Harga Kaos Polos Ini adalah komponen paling dasar. Harga kaos polos sendiri bisa bervariasi tergantung jenis kain (misalnya, Cotton Combed 30s umumnya sedikit lebih mahal dari Carded), kualitas jahitan, dan brand kaos itu sendiri.

2. Biaya Cetak (Sablon) Di sinilah letak perbedaan utama antara teknik manual dan DTF:

  • Sablon Manual: Biayanya dihitung berdasarkan jumlah warna pada desain dan ukuran area cetak. Setiap warna membutuhkan film dan screen terpisah, sehingga semakin banyak warna, semakin tinggi biaya setup awalnya.
  • Sablon DTF: Biayanya dihitung berdasarkan luas area cetak dalam sentimeter persegi (cm²). Jumlah warna tidak berpengaruh sama sekali. Mau desainmu 1 warna atau 1000 warna, harganya akan sama selama ukurannya tidak berubah.

3. Jumlah Pesanan (Quantity) Prinsip ekonomi “makin banyak, makin murah” sangat berlaku di sini, terutama untuk sablon manual. Biaya setup (film & afdruk) yang mahal di awal akan “ditanggung bersama” oleh puluhan kaos, sehingga harga per kaosnya menjadi jauh lebih murah. Untuk DTF, pengaruh jumlah tidak sebesar sablon manual, tapi biasanya tetap ada diskon untuk pesanan dalam jumlah besar.

4. Biaya Operasional & Finishing Ini adalah biaya “dapur” yang sering tidak terlihat, seperti biaya listrik untuk mesin press, gaji operator, biaya packing, stiker, dan proses quality control untuk memastikan setiap kaos yang kamu terima dalam kondisi sempurna.

Studi Kasus: Yuk, Hitung Bareng!

Biar nggak mengawang-awang, mari kita buat dua simulasi perhitungan modal untuk dua jenis order yang berbeda.

Studi Kasus A: Order Sablon Manual Komunitas (24 pcs)

  • Desain: Logo 2 warna di bagian depan, ukuran A3.
  • Kaos: Cotton Combed 30s @ Rp 40.000/pcs.
  • Biaya Film & Afdruk 2 Screen: @ Rp 50.000/screen = Rp 100.000.
  • Biaya Jasa Cetak per Kaos: Rp 15.000.

Perhitungan Modal:

  • Modal Kaos: 24 pcs x Rp 40.000 = Rp 960.000
  • Modal Setup: Rp 100.000
  • Modal Jasa Cetak: 24 pcs x Rp 15.000 = Rp 360.000
  • Total Modal: Rp 960.000 + Rp 100.000 + Rp 360.000 = Rp 1.420.000
  • Modal per Kaos: Rp 1.420.000 / 24 pcs = Rp 59.167

Studi Kasus B: Order Sablon DTF Satuan (1 pcs)

  • Desain: Foto full-color di bagian depan, ukuran A4 (sekitar 21cm x 30cm = 630 cm²).
  • Kaos: Cotton Combed 30s (harga eceran) @ Rp 45.000/pcs.
  • Biaya Cetak DTF: (Contoh harga @ Rp 75/cm²) = 630 cm² x Rp 75 = Rp 47.250.

Perhitungan Modal:

  • Total Modal per Kaos: Rp 45.000 + Rp 47.250 = Rp 92.250

Dari sini terlihat jelas, kan? Sablon manual jadi sangat efisien untuk jumlah banyak, sementara DTF adalah raja untuk pesanan satuan.

Menentukan Margin Keuntungan (Biar Nggak Cuma Balik Modal)

Setelah tahu modalnya, bagaimana cara menentukan harga jual, terutama jika kamu mau memulai bisnis clothing? Kamu perlu menambahkan margin keuntungan (markup). Angka yang wajar biasanya berkisar antara 30% hingga 100% dari modal, tergantung pada target pasar dan kekuatan brand-mu.

  • Contoh Harga Jual Manual: Modal Rp 59.167 + Margin 50% (Rp 29.583) = Harga Jual sekitar Rp 88.750.
  • Contoh Harga Jual DTF: Modal Rp 92.250 + Margin 30% (Rp 27.675) = Harga Jual sekitar Rp 119.925.

5. Tips Tambahan dari Dapur Angkasa Sablon

  • “Ada Harga, Ada Kualitas”: Jika kamu menemukan penawaran harga yang jauh lebih murah dari pasaran, patut dipertanyakan. Bisa jadi kualitas kain yang digunakan lebih rendah, jenis tinta yang kurang bagus, atau pengerjaannya kurang rapi.
  • Harga Grosir vs. Eceran: Wajar jika harga kaos polos untuk order satuan sedikit lebih mahal. Ini karena kami membelinya dari supplier dalam jumlah yang lebih sedikit.
  • Jangan Lupakan Biaya Desain: Jika kamu belum punya desain siap cetak, biasanya akan ada biaya tambahan untuk jasa desain grafis.

Penutup: Harga Transparan, Hasil Memuaskan

Menghitung harga sablon memang terlihat kompleks, tapi sebenarnya sangat logis dan bisa dipertanggungjawabkan. Setiap rupiah yang kamu bayarkan memiliki alokasinya masing-masing, dari benang kaos hingga tinta yang menempel di atasnya.

Di Angkasa Sablon Studio, kami selalu memberikan penawaran harga yang transparan, detail, dan tentunya kompetitif, tanpa mengorbankan kualitas yang kami janjikan.

Punya proyek kaos tapi bingung soal budget? Jangan ragu! Dapatkan penawaran harga pasti dan tanpa biaya tersembunyi dari tim kami. Hubungi Angkasa Sablon sekarang juga dan mari kita wujudkan idemu!

Dapatkan Penawaran Harga Terbaikmu Hari Ini!

  • [Link ke Halaman Kontak di angkasasablon.com]
  • [Link ke WhatsApp Angkasa Sablon]
Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.